Friday, May 31, 2013

Analisis TABOO and PROFANITY



TABOO and PROFANITY

Realita Cinta dan Rock n’ Roll

Grombolan      : Homo!!!!hahah…. homo… haha…
Ipank               : Nape? Suka lo ma gue?!
Nugie              : Duh.. Pan, lo ngapain sih mesti nyari gara-gara?
Ipank               : Ada yang lucu ya?!
Grombolan      : Hah bangsat lo!! Lo nyari rebut hah?!
Ipank               : Mending gue cari duit . kalo ngak nyari perek sekalian. Dari pada  ribut ma lo!!
  Lo anjing ribut!!                                                   
Grombolan      : Eh anjing! Gue bunuh lo anjing!
Nugie              : OK pren,Gu cabut duluan ya.
Grombolan      : Heh mau kemana lo?!!

Analyses of the conversation:
The setting of this conversation is in the sidewalk. Participants of this conversation are youth, so they have uncontrolled emotion. They are easy to say rough word.

RITUAL INSULT and PROFANITY
Ipank   : Lo aja!
Nugie  : Alah buruan burua! Males banget.
Ipank   : Aduh anjing! Pantat lo!
Nugie  : Heh, lo kentu ya?
Ipank   : Dikit.
Nugie  : Ahh taik lo!! Huuuh…!


TOASTING AND SOUNDING
The young man : I have seen the world be held its wonder, from the Dardanelles to the mount of the Peru. But there’s no place like London.
Tn. Todd         : Not, there’s no place like London.
The young man           : Tn. Todd
Tn. Todd         : You are young. Life has been kind to you. You will learn
There’s a hole in the world like a great black path. The dweller is world’s trash. The moral is less. Even a pig spit, and it’s named London. In the top of that hole, live some lords offend those trashes in the zoo under.


Taboo sexual and ritual insult
blink 182 dumpweed
Tom     : OK now I’m all warmed up you little mother fuckers, I’m kind of hot of losing sperm. My testis can’t take this kind of heat.
Mark  : well I don’t think people don’t know this, but the average males’ testis can produce 7000 sperms a second.
Tom  : I’ve already up to ten. Hey do you guys wanna see my sperm? I got a couple here, they are on Mark’s teeth. All right we’re gonna speed it up cause it looks like you guys are fallen asleep.
Mark : They are on my teeth cause I ate that on your mom. You fucking asshole
Tom  : you eat your dad’s butt and enjoy it.
Mark : you sucked your dad’s cock you fuckin’ asshole.

The analyses of the conversation
Participants: adult
Setting: concert
Relation: audience-singer


Profanity  
Street kings
Tom                 : Now for the true …why don’t you just say it do you think I’m a racist
Washington     : do you have another explanation?
Tom                 : No I don’t. Because if I rule and determine the suspects are black  yellow or brown I’ll blow them… but if they are white I’ll give them a ride home you know. Why? cause I’m a racist, fuck you!

Jack                 : Washington you stay on your point
Washington     : always captain Wilder, always.
Jack                 : tom, come on let’s get out of here.
                          Don’t fool near that piece of shit
Tom                 : he is kind of coming to me jack
Jack                 : do not go to him stay away, far away
Tom                 : fuck him
Jack                 : that’s an order!

The analysis of the conversation
Participants: Police
Setting:  conversation related to their profession
Relation: Colleague

SOUNDING
Mark: Hey it’s Australia there right?
M: Fuck ya!
Mark: Hey you know what? I know…but Australia was formed because England Kicked you guys out, like that some punishment. Have you guys seen England that place suck ass.
Tom: Yeah Fuck England!
Mark: your place toy rules
Tom: yeah fuck them everywhere in Sidney. Hey fuck America
Mark: yeah fuck America I hate that place
Tom: Fuck United States of the fucking fuckers
Mark: that’s all right now take a minute to give America a big middle finger please.
Tom I think we should also thank you for Baywatch cause that’s a funny good show though.

The analyses of the conversation
Participants: adult
Setting: concert
Relation: audience-singer
The singers curse America and England because they are in Sidney.

Jargon
Robot              : Roll out
Helicopter       : okay I’m picking up rad readings under that bridge right down there,
Helicopter 2    : okay I’m getting really good rad readings. Forty two and higher.
Robot              : up you get
Helicopter       : okay we’re dropping in
Helicopter2     : really strong readings right down below us. There he is 
Helicopter       : ship one and two come on in. that’s it right there mark him, mark   him.
Helicopter2     : okay there he is, 11:30, 11:30, right off the nose.
Helicopter3     : I got it 12:00.
Helicopter       : okay I’m tracking him. I’ve got him.
Okay, where’d he go guys? I lost him. Got no IR signature. Where’d he go?
Okay I lost him, I lost him.
Helicopter2     : okay, we’re coming around.
Robot              : easy you two.
Girl                  : no no no Sam! Sam, don’t drop me
                        Sam, don’t don’t I’m slipping, I’m sipping!
Robot              : hold on
Girl                  : no!
Helicopter2     : all right, we’ve got him pinned in the river. I’m in for a shot
Sam                 : no no wait no!
Helicopter: take the shot, get him. Take the shot.                   

Analysis of the conversation
Participants: police
Setting:  pursuit using helicopter
Relation: Police and criminal


Thursday, May 16, 2013

Lelucon Sebagai Akibat dari Pelanggaran Maksim Kualitas dan Maksim Relevansi






#1
Joko    : Ternyata air ludah bisa nyembuhin darah rendah lho.
Samsul : Oya? Gimana caranya?
Joko    : Coba aja ludahin kepala temen loe yang darah rendah. Dijamin dua detik langsung naik darahnya.
Samsul : Sontoloyo :-@

#2
Bapak-bapak  : Dek, warung di mana ya?
Tejo                : Oh, bapak lurus aja terus. Lalu belok kiri di pertigaan.
Bapak-bapak  : Warungnya di situ?
Tejo                :Bukan, bapak Tanya aja ma tukang becak di situ.
Bapak-bapak  : Haaa?!?!

#3
Jono    : Motor guwe ni tangguh,,, sudah menempuh Bandung, Jakarta, Bali juga pernah.
Ipul     : Tangguhan juga motor Ustadz Jefri. Langsung menempuh akhirat.
Jono    :Oiya ya

#4
**Ciri seorang wanita masih perawan atau tidak (maap sebelumnya)**

1. DILIHAT DARI CARANYA BERJALAN Saat Anda berjumpa dengan wanita, perhatikan: Jika wanita tersebut berjalan sambil menggendong anaknya, berarti wanita itu SUDAH TIDAK PERAWAN!

2. SAAT KITA MENYATAKAN CINTA Nah jika Anda baru saja ngomong cinta kepada seorang wanita, tunggu beberapa hari dan lihat reaksinya, Jika ternyata ada seseorang datang ke rumah Anda dan mengacungkan golok, terus teriak marah2 sambil berkata: “Kutu Kampret Berani ya Loe nembak bini gue”! Nah itu artinya cewek tersebut sudah punya suami, 100% akurat dan bisa di pastikan kalau wanita itu sudah tidak perawan lagi. *Ingat, jauhi wanita seperti itu kalau Anda tidak mau babak belur dipukulin sama suaminya

3. DILIHAT DARI BENTUK TUBUHNYA Jika perutnya terlihat mendadak buncit dalam beberapa bulan, jelas sekali wahai saudara, kalau wanita itu sudah TIDAK PERAWAN lagi

5. DILIHAT DARI LEHERNYA Kalau yang satu ini, kita harus teliti memperhatikan leher wanita sebelum dijadikan pacar, siapa tau wanita itu sudah tidak perawan lagi. Jika terdapat tonjolan pada leher bagian depan wanita itu. Berarti wanita itu tidak perawan karena bisa dipastikan dia bukan wanita, tapi WARIA

6. DILIHAT DARI DADANYA Dada seorang wanita sangat menentukan kalau dia masih perawan atau tidak. Dan dibutuhkan nyali besar untuk melakukannya. Jika dada wanita kita pegang terasa agak keras dan berbulu, itu tandanya dia bukan WANITA, melainkan LAKI-LAKI

7. DILIHAT DARI NAMANYA Kalau ada seorang wanita yang bernama Gadis, maka cepat nikahi wanita itu. Rugi banget kalau sampe diduluin orang, kan enak tuh kalau kita nanti sudah tua, istri kita nanti disebut Gadis. Keren kan… *yang ini sebenarnya tidak ada kaitannya sama keperawanan*

8. DILIHAT DARI CARA DIA MEMBACA Karena begitu seriusnya membaca postingan tentang ciri-ciri wanita yang masih atau sudah tidak perawan ini, dia baru sadar kalau nomor 4 ternyata tidak ada

9. DILIHAT DARI CARA DIA KALAU SUDAH MEMBACA Sadar kalau nomor 4 tidak ada, dia langsung kembali lihat keatas dan berkata: “Oh iya nomor 4 tidak ada…” *abis itu nyengir deh.. Ihihihihihiii...

Wednesday, May 1, 2013

Alih Kode (Code Switching) dan Campur Kode (Code Mixing)


Oleh: Angesti Palupiningsih, S. Pd.

Sebagai makhluk sosial, berinteraksi menjadi suatu hal yang tidak terhindarkan bagi manusia. Dalam berinteraksi, bahasa dibutuhkan sebagai sarana berkomunikasi. Di masyarakat komunikasi ini bisa berlangsung dalam lebih dari satu bahasa. Apalagi di era pesatnya perkembangan alat komunikasi sekarang ini. Minimal setiap orang mampu berkomunikasi dalam dua bahasa, bahasa daerah dan bahasa nasional atau bahasa pertama dan bahasa kedua. Seseorang yang menguasai lebih dari satu bahasa sadar atau tidak akan terkena efek/akibat dari penggunaan 2 (atau lebih) bahasa tersebut. Beberapa diantaranya adalah gejala alih kode dan campur kode.
Alih kode (code switching) adalah peristiwa peralihan dari satu kode (bahasa) ke kode yang lain dalam suatu peristiwa tutur (Nababan, 1984:32).
Contoh:
Situasi  : Palupi dan Agung sedang menunggu dimulainya rapat.
Palupi   : Lima menit lagi rapat dimulai, tapi tumben sekali Pilar belum datang.
Agung   : Tapi dia tadi bilang mau datang.
Palupi   : Itu dia datang. Woi,,tumben je mepet le mangkat. Seko ngendi?
Pilar     : Mampir ngomah sikek.

Dalam situasi di atas Palupi beralih kode dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Jawa saat berbicara dengan Pilar, karena mereka berasal dari daerah yang sama, yaitu Yogyakarta.
            Sedangkan campur kode, (code mixing) menurut Nababan (1984: 32), adalah peristiwa saat seseorang mencampur dua (atau lebih) bahasa dalam suatu tindak tutur. Jadi, penutur menyelipkan kata-kata dari bahasa lain dalam kalimatnya ketika sedang memakai suatu bahasa tertentu.
Contoh:
Anggi    : Tadi waktu kuliah Pak Lanjar, saya chatting dengan orang Lombok
Dina      : Kuliah kok malah chatting dengan orang Lombok.
Anggi    : Habisnya kuliah tadi membosankan. Materi tidak bisa ditampilkan karena laptop Pak Lanjar LCD-nya rusak, ditambah AC mati, membuat ruangan terasa panas.

Dalam percakapan Anggi dan Dina di atas, Anggi melakukan campur kode dengan menyisipkan kata-kata dalam bahasa asing (yang dicetak miring) dalam percakapannya yang memakai Bahasa Indonesia.
            Ada beberapa alasan mengapa orang melakukan alih kode atau campur kode. Seperti alasan solidaritas, penghormatan terhadap lawan bicara, sinyal keanggotaan (etnis), alih peran, mengutip, afektif, alasan metaporik, dan keterbatasan kosakata (Holmes, 1992). Dialog pertama di atas adalah contoh alasan sinyal keanggotaan, sedangkan dialog kedua adalah contoh alasan keterbatasan kosakata dalam bahasanya.